Jatuh Terlalu dalam
Sore ini tidak seperti biasanya. Ketika sedang berjalan keluar dari gedung fakultas, kulihat jemarimu saat sedang berjalan menuju salah satu gedung di kampus. Mendadak tubuhku bergerak sendiri untuk menghindar supaya tidak terlihat olehmu. Walaupun hati berusaha untuk tetap melihatmu tetapi raga ini menolak untuk terlihat. Mata coklat yang terang, senyum manismu saat tertawa bahkan hal hal kecil saat dirimu memperbaiki pakaianmu serta gaya pakaianmu yang selalu modis masih terlihat sama persis dari terakhir kali kulihat mu. kebetulan jalan yang dia dan aku lewati dekat dengan tempat biasa kami bersama. Ntah untuk menjemput mu, sekadar mendatangimu ataupun melihatmu melakukan kegiatanmu. Kembali kemasa kini dimana aku telah usai bersama dengan dia. Aku melewati kegiatan kampus sampai malam. Saat hendak melewati jalan itu, ku lihat sekeliling dan untuk sejenak aku teringat memori itu dengan jelas. Walau saat ini aku sudah memiliki orang baru yang bersama ku, rasa kehilangan ini mendadak ...