Posts

Showing posts from 2024

Insisi

Awal seperti tak berasa Tetapi saat aku menyadarinya, rasanya perih dan sangat menyayat. Saat itu ku berharap aku tak pernah menyadarinya karena dengan itu aku tak perlu lagi merasakan perihnya. Semakin ku mencoba untuk melupakannya semakin dia berusaha untuk mengingatkan betapa sakitnya rasa itu.  Tidak tahu sejak kapan kudapatkan hal tersebut, sebelum kusadari rasanya hanya damai dan sukacita tanpa adanya suatu hal yang mengganjal.  Kenapa harus menyadari hal ini? Bisa kah aku berusaha untuk melupakannya? supaya aku tetap dapat merasakan ketenangan walaupun ini hanyalah sebuah fatamorgana.  Huft... terkadang rasa ini sungguh melelahkan sampai melinangkan air mata walau hanya untuk sesaat. Ketika ku mencoba untuk bertahan, rasa perih ini seakan akan "menantang" dan "mempertanyakan" raga ini bahwa apakah aku mampu menghadapi rasa tersebut. . . . . Waktu kian berlalu, hingga akhirnya aku mencoba untuk melupakannya. Tapi apalah daya saat dirimu yang tiba tiba "mu...

Jatuh Terlalu dalam

Sore ini tidak seperti biasanya. Ketika sedang berjalan keluar dari gedung fakultas, kulihat jemarimu saat sedang berjalan menuju salah satu gedung di kampus. Mendadak tubuhku bergerak sendiri untuk menghindar supaya tidak terlihat olehmu. Walaupun hati berusaha untuk tetap melihatmu tetapi raga ini menolak untuk terlihat. Mata coklat yang terang, senyum manismu saat tertawa bahkan hal hal kecil saat dirimu memperbaiki pakaianmu serta gaya pakaianmu yang selalu modis masih terlihat sama persis dari terakhir kali kulihat mu. kebetulan jalan yang dia dan aku lewati dekat dengan tempat biasa kami bersama. Ntah untuk menjemput mu, sekadar mendatangimu ataupun melihatmu melakukan kegiatanmu. Kembali kemasa kini dimana aku telah usai bersama dengan dia. Aku melewati kegiatan kampus sampai malam. Saat hendak melewati jalan itu, ku lihat sekeliling dan untuk sejenak aku teringat memori itu dengan jelas. Walau saat ini aku sudah memiliki orang baru yang bersama ku, rasa kehilangan ini mendadak ...