Si "pejuang" leukimia

Terkisahkan seorang anak kecil periang bernama Lusi yang hidup di daerah pedesaan Semarang bersama kakek dan neneknya dikarenakan ayahnya yang bekerja di Jakarta sebagai seorang buruh dan ibunya bekerja menjadi TKW di negara malaysia,tetapi itu bukanlah penghalang bagi dia untuk menjadi anak yang periang dihadapan kakek dan neneknya.

Suatu hari dia ikut bersama kakek dan neneknya pergi ke sawah.Disana kakek dan nenek sedang bekerja untuk membajak sawah sedangkan Lusi sedang asik asiknya bermain jerami dan dianyamnya menjadi sebuah boneka,entah darimana dia belajar membuat anyaman tersebut mungkin dia belajar dari ayahnya yang kadang kadang pulang kerumah selama 6 bulan sekali,sedangkan ibunya dia tidak begitu ingat ibunya karena ibunya hanya datang selama 1 tahun sekali,kata neneknya ibu Lusi adalah orang yang sangat periang sama seperti Lusi,sehingga Lusi ingin sekali cepat cepat bertemu ibunya yang sudah lama sekali ia rindukan.
Tiba tiba saat Lusi sedang asik asiknya mengayam,kepalanya tiba tiba sangat pusing dan dari hidungny menetes darah dan saat itu juga nenek yang melihatnya langsung berlari ke arah dia sambil menarik baju kakek yang berada di dekatnya,akhirnya kakek langsung berlari membawa daun sirih untuk menahan tetesan darah yang terus mengalir dari hidungnya tersebut.Akhirnya darahnya pun berhenti mengalir dan nenek langsun membawanya pergi kerumah dan berkata kepada Lusi bahwa dia kecapean hingga mimisan.

Comments

Popular posts from this blog

Jatuh Terlalu dalam

Insisi

My special room