Malam ku merenung
Malam ini,sebenarnya tidak jauh berbeda dri malam malam sebelumnya. Malam ini seperti biasa diriku membaringkan diriku sambil memikirkan banyak hal,entah hal itu termasuk hal yang normal ataupun tidak. Tpi malan ini, terkhusus malam ini kupikirkan seorang wanita yang sangat kucintai,entah aku yang menjadi lemah atau aku telah dihipnotis oleh dia,tetapi stiap apa yang dia katakan atau yang dia larang pasti aku turuti. Semakin dalam lagi kumemimpikan dia semakin kuingat seluruh kenangan kita,dimulai saat dia masih duduk di bangku sd, dan aku yang masih duduk di bangku smp. Kebanyakan orang pasti berpikir bahwa kita sudah berpacaran sejak saat itu dan sampai sekarang kita masih berpacaran,dan itu salah. Memang saat itu aku pernah memacari dia tetapi hanya dalam waktu kurang dri 2 bulan,kita sudah putus. Tetapi yang lucunya setelah lama berpisah kita kembali memutuskan untuk memiliki hubungan lagi sampai sekarang. Hubungan yang sekarang bahkan lebih baik,aku sangat mencintai dia entah dia mencintaiku atau tidak tapi yang kuharapkan dia juga mencintaiku.
Kembali dimana aku memimpikan dia,disaat aku sembari membaringkan tubuh diatas kasurku membayangkan perjalanan cinta aku dan dia tiba tiba terdapat kalimat di benakku "kau terkadang banyak menuntut dia akan banyak hal sehingga kamu merasa dia hrus menjadi pantas untuk dirimu,tetapi apakah dirimu pantas untuknya?" saat kata kata itu kluar dari benakku air mata turun dari kedua mataku,kuteteskan air mata bersamaan dengan turunnya hujan yang tiba tiba datang mungkin untuk menemani kesedihan yang tiba tiba datang ini semakin kupikiran semakin aku takut, aku berpikir banyak hal, salah satunya yang paling jelas dipikiranku "apakah aku pantas untuk dia? Jika tidak pantas apakah aku harus memutuskannya? Atau aku harus tetap bersamanya? Jika kuputuskan aku takut jika harus larut kedalam lubang kekecewaan untuk kedua kalinya karena sebelumnya aku pernah merasakannya dan itu sangat menyayat hati,aku tak ingin merasakannya lagi. Tetapi jika aku tetap bersama dia aku takut tidak menjadi pantas untuk dia dan hanya menjadi beban atau bahkan hanya menyakiti hatinya setiap saat?" Itulah yang kupikirkan malam ini. Dilema hati membukakan mataku, membukakan memory memory yang sebelumnya tampak tak jelas. Hati,pikiran dan egois saling bersaing untuk menentukan siapa yang paling benar. Cintaku jikalau kau mengetahui akan hal ini, apa yang akan kau jawab kepadaku? Kubutuhkan kehadiranmu, kubutuhkan pelukmu untuk menghangatkanku, kubutuhkan kecupmu di pipi untuk menenangkanmu. Tak ingin membuatmu semakin pusing, tetapi apalah dayaku tanpa dirimu yang selalu dapat menenangkan hatiku.
Semarang, 23 april 2018
Comments
Post a Comment