Tugas zaman sekarang mirip kebutuhan makan

Tugas zaman sekarang apalagi di zaman korona sudah mirip sekali dengan makanan. Ya bagaimana tidak? Kian hari kita mendapatkan tugas dan kita harus mengerjarkan tugas tersebut dalam waktu tertentu.

Lalu? Dari mana kesamaanya?
Diibaratkan makan yang dimana kita harus mendapatkan hal tersebut setiap hari untuk bertahan hidup. Sama seperti tugas yang setiap hari harus kita kerjakan agar mendapatkan presensi atau nilai yang cukup entah untuk sekadar memuaskan diri sendiri atau untuk memberi kepuasan kepada orang tua. 

Saat tidak mengerjakan tugas, maka kita akan mendapatkan nilai jelek atau absensi kita akan tidak dianggap hadir. Seperti halnya juga seperti makan, jika kita kita tidak makan maka perut kita akan kosong dan memancing penyakit seperti asam lambung atau maag. 

Padahal saat kita berhasil menyelesaikan tugas kita dengan tepat dan lengkap, kita tidak mendapatkan suatu piagam atau hadiah tertentu melainkan hanya rasa bersyukur karena tidak terlambat atau tidak mendapatkan nilai yang jelek. Seperti halnya setelah makan kita tidak mendapatkan suatu reward atau piagam, melainkan hanya mendapatkan rasa tenang sementara karena perut kita sudah ada yang mengganjal.

Sedih ya....
Kian lama, tugas tugas ini semakin menumpuk dan kita seakan akan dipaksa untuk memiliki mental seorang pegawai. Yahh walaupun sebenarnya pegawai bukanlah hal yang buruk tetapi apakah ini yang seharusnya jalan yang akhirnya akan dimiliki oleh setiap masing masing pribadi? ataukah ada jalan yang sebenarnya lebih baik dan dapat membangun pribadi kita masing masing menjadi lebih baik. Jika ada? bagaimanakah itu?dimana dan kemanakah kita harus mencari hal tersebut. Atau bisa saja selama ini kita sudah diberikan "kacamata kuda" sehingga kita hanya bisa melihat kearah yang sudah ditentukan oleh pihak pihak tertentu? Jika benar, semoga "damai" bersama mereka hingga di akhir sana.


Comments

Popular posts from this blog

Jatuh Terlalu dalam

Insisi

My special room